Api Premix dan Api Non Premix

    

    Api Premix adalah api yang dalam proses pembakarannya elemen-elemen pembentuk apinya sudah tercampur sebelum terjadi reaksi yang menghasilkan api. contoh dari api premix adalah kompor gas, dimana bahan bakar gas alam (70%-90%) dan oksigen sudah tercampur terlebih dahulu. Bentuk api premix bisa berbentuk laminar dan turbulen.

    Api Non Premix adalah api yang dalam proses pembakarannya elemen-elemen pembentuk apinya belum    tercampur sebelum terjadinya reaksi, dan elemen-elemen tersebut memasukidaerah reaksi sendiri-sendiri. Contoh dari api non premix adalah korek api. Secara tipikal korek api berisi gas butan bertekanan sehingga berbentuk cair, tetapi dengan cepat berubah menjadi gas setelah korek api dinyalakan. Konsentrasi gas butan terlalu tinggi di sekitar nozzle korek api sehingga tidak dapat langsung menyala, untuk dapat menyala harus tercampur dulu dengan udara disekitarnya. suhu api non premix lebih rendah daripada api premix dikarenakan pembakarannya tidak sempurna.

    Nyala api laminar mempunyai bentuk dari beberapa lapisan konfigurasi nyala yang dapat dalam kondisi yang terkendali (dalam laboratorium). Struktur bagian dalam/tengah nyala api terdiri dari lapisan-lapisan dimana terjjadi dekomposisi, reaksi dan oksidasi yang sempurna dari bahan bakar.

   Nyala api turbulen pasti terjadi pada kondisi lapangan. Gerakan berputar/turbulen membantu proses pembakaran premix dengan mencampur bahan bakar dan oksidiser lebih dulu sebelum terjadi penyalaan. jika campuran tidak homogen maka itu akan menghambat kecepatan perambatan nyala.

Komentar

Postingan Populer